EFEKTIVITAS KONSELING KOGNITIF BERBASIS SINGLE-CASE EXPERIMENTAL DESIGN DALAM MENGURANGI GEJALA SERANGAN PANIK PADA IBU DENGAN ANAK PENYALAHGUNA OBAT DI LEMBAGA REHABILITASI
Keywords:
serangan panik; konseling kognitif; single-case experimental design; rehabilitasi narkotika; ibu dari penyalahguna obat.Abstract
Gejala dari serangan panik, adalah suatu gejala kondisi psikologis yang mana dapat mengganggu keseharian seseorang secara signifikan apabila tidak diidentifikasi dan ditangani dengan benar. Namun dalam prakteknya proses identifikasi gejala ini belum dapat di identifikasi secara optimal pada umumnya. Dalam kasus tunggal ini, partisipan adalah seorang ibu yang memiliki latar belakang dengan anak penyalah guna obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan melakukan pengamatan kondisi psikologis dari partisipan baik sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi, apakah terjadi pengurangan gejala psikologis serangan panik atau tidak. Dalam kasus ini intervensi yang dilakukan adalah pendekatan kognitif, yaitu konseling kognitif, dengan teknik ABC atau disebut Antecedence, Behaviour, Consequences. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pra-eksperimental dengan metode Single-Case Experimental Design (SCED) tipe A-B, yang mana tujuan dari intervensi ini adalah untuk melihat perubahan kondisi psikologis awal partisipan (A) dengan kondisi psikologis setelah intervensi (B). Populasi partisipan yang digunakan merupakan ibu dari anak penyalahguna obat pada salah satu yayasan rehabilitas di daerah Jawa Timur. Partisipan yang dipilih menggunakan purposive sampling, dengan kriteria : (a) Keluarga/Wali dari Pasien Rehabilitasi diatas 18 Tahun, (b) Anggota keluarga penyalahguna baru menjalani rehabilitasi, (c) Menunjukkan gejala psikologis yang mengganggu keseharian, (d) Keluarga bersedia mengikuti rangkaian intervensi yang diberikan. Instrumen yang digunakan ada Alat Ukur Keparahan Gangguan Panik (AUKGP), serta Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) untuk skrining komorbiditas, dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasan somatik dan psikis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan membandingkan skor frekuensi dan intensitas gejala sebelum dan sesudah intervensi tiga sesi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor AUKGP secara signifikan dari 18 (kategori ringan-sedang) menjadi 8 (kategori mendekati normal), hal tersebut menunjukkan signifikansi intervensi konseling kognitif dalam mereduksi gejala serangan panik. Penelitian ini merekomendasikan implementasi konseling kognitif terstruktur sebagai intervensi awal di lembaga rehabilitasi bagi anggota keluarga residen, serta perlunya program dukungan emosional berkelanjutan bagi orang tua dari penyalahguna narkotika.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Integrative Perspectives of Social and Science Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional









