Tuberculosis Paru Pada Anak

Authors

  • Cut Nana, Diana Inti Nusantari Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Rumah Sakit Umum Cut Meutia Author

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru pada anak merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui droplet nuklei di udara. Diagnosis TB pada anak seringkali menjadi tantangan karena sifat penyakit yang pausibasiler serta kesulitan memperoleh spesimen sputum, sehingga pendekatan diagnosis lebih banyak didasarkan pada gejala klinis, riwayat kontak, uji tuberkulin, dan pemeriksaan radiologi. Gejala klinis TB pada anak umumnya tidak spesifik, seperti batuk kronis, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, dan lesu. Penatalaksanaan TB anak meliputi pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) dalam dua tahap, yaitu fase intensif dan fase lanjutan, dengan prinsip terapi kombinasi untuk mencegah resistensi. Selain itu, dukungan nutrisi dan pemantauan efek samping obat sangat penting dalam keberhasilan terapi. Upaya pencegahan dilakukan melalui vaksinasi BCG dan penemuan kasus secara aktif, terutama pada anak dengan kontak erat penderita TB. Dengan diagnosis yang tepat dan penatalaksanaan yang adekuat, prognosis TB pada anak umumnya baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan deteksi dini, akses pelayanan kesehatan, serta kepatuhan terapi untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat TB pada anak.

Downloads

Published

11-04-2026

How to Cite

Tuberculosis Paru Pada Anak. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(04 April), 1595-1609. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1277