REPRESENTASI PENINDASAN PEREMPUAN DALAM FILM “TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA” KARYA HANUNG BRAMANTYO: PERSPEKTIF FEMINISME SOSIALIS

Authors

  • Siti Fatonah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Kalimantan Author
  • Ahmad Khairuttamami Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Kalimantan Author
  • Haswinda Harpriyanti Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Kalimantan Author

Keywords:

film, feminisme sosialis, patriarki, religiusitas, penindasan perempuan

Abstract

Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa menghadirkan narasi kritis tentang kemunafikan religius, penindasan terhadap perempuan dalam struktur sosial patriarkal. Tokoh utama, Kiran, digambarkan sebagai perempuan religius yang taat beragama dan memiliki integritas moral. Namun, kehidupannya berubah drastis ketika ia difitnah oleh Abu Darda, seorang pemimpin agama yang memiliki kekuasaan simbolik dan sosial yang kuat di lingkungan masyarakat. Fitnah tersebut menyebabkan Kiran kehilangan kepercayaan publik, mengalami pengucilan sosial, serta tidak mendapatkan dukungan dari lingkungannya bahkan dari keluarganya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk penindasan perempuan, relasi kuasa patriarki yang di atas namakan agama, serta bentuk perlawanan tokoh perempuan dalam film melalui perspektif feminisme sosialis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis adegan, dialog, dan alur cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan keterkaitan antara patriarki, kekuasaan religius, dan kontrol sosial terhadap tubuh serta moral perempuan. Film ini juga menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya keadilan, empati, dan sikap kritis dalam memaknai religiusitas.

Downloads

Published

19-01-2026

How to Cite

REPRESENTASI PENINDASAN PEREMPUAN DALAM FILM “TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA” KARYA HANUNG BRAMANTYO: PERSPEKTIF FEMINISME SOSIALIS. (2026). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(01 Januari), 324-329. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1145